Judicapsasusun.org – (Masih) Mengejar City – Musim baru Premier League dimulai akhir pekan ini. Judul untuk musim ini besar kemungkinan masih sama: mengejar Manchester City.

Tak sulit menempatkan City sebagai unggulan pertama untuk musim ini. Sebagai tim paling konsisten dan stabil musim lalu, sang juara bertahan tak kehilangan pemain kunci dan sukses menambah kekuatan.

Tak ada nama top yang pergi kecuali Yaya Toure yang memang sudah tak diandalkan lagi. Sementara kedatangan Riyad Mahrez menambah opsi di lini serang dan jadi suntikan ekstra dalam hal kreativitas permainan.

Dengan skuat yang terjaga, City niscaya lebih matang dan semakin paham dengan cara bermain Guardiola. Musim lalu mereka memenangi Premier League dan Piala Liga Inggris, dalam musim yang bertabur rekor. Musim ini, The Citizens bakal memperluas pandangannya, khususnya ke Liga Champions.

Setelah City mencatatkan jumlah poin terbanyak dalam semusim (100), selisih terbesar dengan tim runner-up (19), dan meraih kemenangan terbanyak (32), serta sejumlah rekor lainnya pada musim lalu, skuatnya Guardiola masih jadi tim yang dikejar. Gelar Community Shield yang diraih usai mengatasi Chelsea, Minggu (5/8/2018) kemarin jadi salah satu tandanya.

Faktor lain yang membuat City lebih diunggulkan adalah sejumlah tim rival menjalani musim panas yang kurang sip dan juga mengalami pergantian pelatih. Manchester United dan Tottenham Hotspur bermasalah dengan bursa transfer, sedang Chelsea dan Arsenal memulai era baru.

MU mendapatkan tiga pemain, yakni Diogo Dalot, Fred, dan Lee Grant. Tapi dari tiga nama tersebut, praktis hanya Fred yang bisa diperkirakan langsung diandalkan. Dalot yang baru berusia 19 tahun lebih diproyeksikan untuk masa depan, sementara Grant adalah kiper pelapis.

Pasifnya MU di bursa transfer ini bahkan sudah bikin sang manajer, Jose Mourinho, geregetan. Padahal mereka sudah lama dikaitkan dengan sejumlah nama, sebut saja Toby Alderweireld, Jerome Boateng, Yerry Mina, Ivan Perisic, dan Harry Maguire.

Belum lagi ditambah masalah terlambat pulangnya sejumlah pemain kunci dari liburan, yang bikin Mourinho kesal sepanjang pramusim. Sebagai tim runner-up musim lalu, ini tentu bukan awal yang diinginkan MU menyambut tahun kompetisi yang baru.

MU adalah satu cerita, Spurs cerita yang lain lagi. Tim peringkat tiga musim lalu ini malah belum membeli pemain satupun di bursa transfer. Kendati tak kehilangan satupun pemain kunci, namun Mauricio Pochettino semestinya sadar butuh penguatan skuat.

Sebab dengan skuat yang sama, pada musim lalu mereka finis dengan 77 poin yang mana berjarak 23 poin dari City sebagai tim juara. 23 poin, dengan kata lain hampir berjarak delapan kemenangan, jelas bukan selisih yang kecil.

Sementara persoalan Chelsea adalah dimulainya era baru. Maurizio Sarri, kendatipun sama-sama berasal dari Italia seperti Conte, punya pendekatan permainan yang berbeda. Sarri adalah penganut sepakbola ofensif, cair, dan dominan, yang selalu ingin timnya memegang bola. Sementara Conte lebih defensif, menginginkan timnya bermain solid dan rigid sebagai sebuah sistem.

Menerapkan ide baru tentu butuh waktu. City butuh semusim untuk mencari tahu apa yang kurang dan yang perlu dibenahi bersama Guardiola. Tantangan untuk Sarri kian berat, karena tiga pemain kunci yakni Thibaut Courtois, Eden Hazard, dan Willian tengah digoda klub lain.

Namun kedatangan Jorginho jadi sebuah hal positif. Jorginho bisa disebut sebagai otak Sarri di lapangan. Semua permainan Sarri akan dimulai dari gelandang internasional Italia ini.

Setali tiga uang dengan City, Arsenal menghadapi situasi serupa. Pergantian manajer dari Arsene Wenger ke Unai Emery membuat The Gunners memulai dengan satu langkah di belakang tim-tim rival yang sudah lebih mapan. Sejauh ini Emery sudah terlihat paham dengan area mana yang paling perlu dibenahi, yakni pertahanan.

Empat rekrutan besar musim panas ini seluruhnya merupakan pemain yang berkarakter bertahan. Mereka adalah kiper Bernd Leno, lalu dua bek yakni Stephan Lichtsteiner dan Sokratis Papastathopoulos, dan gelandang bertahan Lucas Torreira.

Jika ada tim yang paling dijagokan menjegal City, itu adalah Liverpool. Kecuali Emre Can, Liverpool tak kehilangan sosok krusial. ‘Si Merah’ malah belanja besar-besaran, termasuk untuk mendatangkan pengganti Can.

Naby Keita, Fabinho, Xherdan Shaqiri, dan Alisson secara total menghabiskan sekitara 161 juta pound sterling. Datangnya Keita dan Fabinho menambah opsi di lini tengah, sekaligus menutupi kepergia Can. Shaqiri akan jadi pelapis yang dibutuhkan Mohamed Salah, sementara Alisson diharapkan menjawab problem kiper yang selama ini menghantui.

Liverpool musim lalu finis keempat, tapi berhasil ke final Liga Champions. Dengan skuat yang lebih tebal, skuat besutan Juergen Klopp niscaya ingin naik level lagi.

Dari papan tengah, Everton bersama Marco Silva dan West Ham United dengan Manuel Pellegrini diperkirakan bisa mengganggu tim-tim enam besar. Sekaligus menjadi tantangan kembali untuk Burnley dan Leicester City.

Tiga tim promosi yakni Wolverhampton Wanderers, Cardiff City, dan Fulham akan berjuang untuk bertahan di level teratas sepakbola Inggris, yang mana jadi ancaman untuk tim-tim penghuni papan bawah musim lalu. Brighton & Hove Albion, Huddersfield Town, dan Southampton perlu berbenah agar tak turun kelas di akhir musim.

Artikel Terbaru Di Sini : Daftar Judi Capsa Susun

Untuk komentar/pertanyaan bisa anda ajukan langsung melalui 988POKER.CO dan akan ada pelayanan LiveChat kami atau akses kontak yang tersedia.

PIN BBM : 988Poker

Line : 988Poker
SMS/Telp : +855 88 667 8080
Whatsapp : 0813 1688 9799